GEN UPDATE – Bank Indonesia (BI) menegaskan pentingnya pembiayaan produktif sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui pembiayaan yang berkualitas, dunia usaha di harapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas investasi, dan membuka lebih banyak lapangan kerja.
Pesan tersebut di sampaikan oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, saat memberikan keynote speech dalam Seminar Nasional bertema “Menjaga Stabilitas, Memperkuat Sinergi, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Pembiayaan Produktif” di Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Baca juga: https://genupdate.id/dpd-ri-dorong-tata-kelola-desa-lebih-transparan-lewat-program-jaga-desa/
Pembiayaan Berkualitas Jadi Prioritas
Dalam sambutannya, Destry menjelaskan bahwa pembiayaan memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Penyaluran kredit kepada sektor usaha di nilai mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat daya saing, serta menciptakan peluang kerja baru.
Namun demikian, menurutnya, orientasi pembiayaan tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan jumlah kredit. Sebaliknya, kualitas pembiayaan harus menjadi perhatian utama agar manfaat ekonomi dapat di rasakan secara lebih luas.
“Pembiayaan produktif bukan sekadar meningkatkan kredit, tetapi membangun ekosistem ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan pertumbuhan yang berkelanjutan.” — Destry Damayanti.
Transformasi Sistem Pembiayaan
Bank Indonesia mendorong perubahan pendekatan dalam sistem pembiayaan nasional. Transformasi tersebut mencakup pergeseran dari pembiayaan yang hanya mengejar pertumbuhan kredit menuju pembiayaan yang lebih berkualitas.
Selain itu, pembiayaan berbasis individu di harapkan berkembang menjadi pembiayaan berbasis ekosistem. Dengan cara tersebut, hubungan antara pelaku usaha, lembaga keuangan, pemerintah, dan berbagai sektor pendukung dapat berjalan lebih terintegrasi.
Di sisi lain, berbagai program pembiayaan juga perlu di sinergikan. Langkah tersebut di nilai penting agar kebijakan yang di terapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.
Baca juga: https://genupdate.id/google-proyeksikan-ai-dorong-ekonomi-kreatif-indonesia/
Sinergi Antar Pemangku Kepentingan
Destry menekankan bahwa kolaborasi menjadi kunci keberhasilan pembiayaan produktif. Oleh karena itu, pemerintah, perbankan, pelaku usaha, regulator, serta lembaga keuangan harus membangun sinergi yang kuat.
Dengan adanya orkestrasi nasional, setiap program pembiayaan dapat saling melengkapi. Hasilnya, efektivitas penyaluran dana kepada sektor produktif akan semakin meningkat.
Dampak Positif bagi Dunia Usaha
Pembiayaan produktif tidak hanya memperkuat sektor bisnis. Lebih dari itu, kebijakan tersebut dapat mendorong investasi, mempercepat inovasi, serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
Selain mendukung perusahaan besar, pembiayaan berkualitas juga di harapkan mampu memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung lebih merata dan berkelanjutan.
Momentum Memperkuat Ekonomi Nasional
Di tengah tantangan ekonomi global, penguatan pembiayaan produktif di nilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Karena itu, Bank Indonesia terus mendorong sinergi seluruh pemangku kepentingan agar sistem pembiayaan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi yang kuat, pembiayaan produktif di harapkan menjadi fondasi dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Sumber berita: https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2814526.aspx

Komentar