GENUPDATE.ID, JAKARTA – Selasa, 4 Agustus 2026, Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti persoalan keselamatan dan keamanan transportasi laut di Indonesia. Sorotan itu muncul setelah kecelakaan kapal kembali terjadi di perairan Indonesia.
Salah satu insiden terbaru terjadi pada KM Mutiara Sentosa II. Kapal tersebut terbakar saat berlayar di Perairan Sumenep, Madura, pada 2 Agustus 2026.
Kecelakaan itu menimbulkan kepanikan di tengah pelayaran. Sejumlah penumpang bahkan di laporkan nekat melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.
Insiden tersebut menyebabkan sejumlah penumpang menjadi korban. Berdasarkan informasi yang di sampaikan Puan, lima orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Baca juga: https://genupdate.id/meutya-hafid-kukuhkan-anggota-kip-2026-2030/
Puan Minta Keselamatan Jadi Prioritas
Puan menyampaikan duka mendalam kepada para korban dan keluarga. Menurutnya, kecelakaan KM Mutiara Sentosa II harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah.
Ia menilai insiden tersebut menjadi pengingat penting. Faktor keamanan dan keselamatan transportasi laut nasional masih membutuhkan perhatian lebih besar.
“Dukacita mendalam kami sampaikan kepada seluruh korban kecelakaan KM Mutiara Sentosa II,” kata Puan dalam keterangan resminya, Selasa (4/8/2026).
Menurut Puan, keselamatan masyarakat harus menjadi ukuran utama dalam transportasi laut. Karena itu, peningkatan standar keamanan perlu menjadi prioritas.
Baca juga: https://genupdate.id/kunjungan-perdana-menteri-thailand-ke-indonesia-15-tahun-terakhir/
Data Penumpang Kapal Perlu Dievaluasi
Selain persoalan keselamatan, Puan juga menyoroti data manifes kapal. Menurutnya, perbedaan data penumpang dengan kondisi di lapangan menjadi persoalan yang harus segera di evaluasi.
Dalam proses penanganan kecelakaan, data penumpang memiliki peran penting. Data tersebut di butuhkan untuk memastikan proses pencarian dan penyelamatan berjalan secara tepat.
Pemerintah juga masih melakukan validasi terhadap jumlah penumpang. Hal itu di lakukan karena terdapat perbedaan antara data manifes dan temuan petugas di lapangan.
Sementara itu, sebanyak 233 penumpang di laporkan berhasil di evakuasi dengan selamat hingga Senin (3/8). Tim SAR juga masih melakukan pencarian terhadap korban yang di nyatakan hilang.
Puan Soroti Kecelakaan Kapal
Puan mengatakan persoalan keselamatan transportasi laut tidak hanya berkaitan dengan satu kecelakaan. Menurutnya, sejumlah kecelakaan kapal sejak awal tahun menunjukkan adanya persoalan yang perlu mendapat perhatian.
“Ini menjadi PR buat kita bersama, bahwa banyaknya kecelakaan kapal laut sejak awal tahun saja menunjukkan masih ada persoalan serius dalam dunia transportasi laut Indonesia,” ujar Puan.
Karena itu, evaluasi menyeluruh diperlukan untuk memperbaiki sistem transportasi laut. Evaluasi tersebut dapat mencakup aspek keselamatan, keamanan, kelayakan kapal, hingga pengelolaan data penumpang.
Evaluasi Transportasi Laut Dinilai Mendesak
Puan menegaskan bahwa keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Transportasi laut tidak cukup hanya di nilai dari kelancaran perjalanan.
Aspek keamanan juga harus menjadi perhatian sejak sebelum kapal berlayar. Selain itu, pendataan penumpang harus di lakukan secara akurat dan dapat di pertanggungjawabkan.
“Persoalan manifes kapal yang berbeda dengan penumpang yang ada di lapangan menjadi persoalan yang terus menerus kita temukan. Harus ada evaluasi mendalam mengenai persoalan ini,” tegas Puan.
Dengan evaluasi yang menyeluruh, pemerintah di harapkan dapat memperkuat sistem keselamatan transportasi laut. Langkah tersebut penting untuk mencegah kecelakaan serupa kembali terjadi.
Pada akhirnya, keselamatan penumpang harus menjadi fondasi utama transportasi laut nasional. Masyarakat berhak mendapatkan perjalanan yang aman, layak, dan memiliki sistem penanganan darurat yang baik
Sumber berita; https://dpr.go.id

Komentar