SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasional
Beranda » Puan Maharani Ajak Parlemen Remaja Sebarkan Fakta tentang Demokrasi

Puan Maharani Ajak Parlemen Remaja Sebarkan Fakta tentang Demokrasi

Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan Teladan Parlemen Remaja 2024-2025 di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Foto: Jaka/Andri

JAKARTA, GENUPDATE.ID – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong generasi muda memahami kerja parlemen melalui pengalaman langsung. Menurut Puan, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk mengenal proses demokrasi secara lebih objektif.

Selain itu, peserta Parlemen Remaja di harapkan mampu menyampaikan informasi berdasarkan fakta. Terlebih, arus informasi melalui media sosial kini semakin luas.

Pernyataan tersebut di sampaikan dalam penerimaan kunjungan Teladan Parlemen Remaja (Parja) 2024-2025 di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2026), sebagaimana di beritakan melalui kanal resmi https://dpr.go.id

Parlemen Remaja Beri Pengalaman Langsung

Puan menjelaskan bahwa Parlemen Remaja di rancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada generasi muda. Dengan demikian, peserta tidak hanya mempelajari parlemen secara teori.

Namun, mereka juga dapat melihat aktivitas dan mekanisme kerja lembaga perwakilan rakyat. Pengalaman itu di nilai penting untuk membangun pemahaman tentang demokrasi.

Manchester United Pesta Gol di Old Trafford, Sabah Tak Berkutik

Puan juga mengapresiasi kiprah para Teladan Parlemen Remaja 2024-2025. Menurutnya, para peserta telah menunjukkan potensi serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Karena itu, pengalaman selama mengikuti program di harapkan dapat di bagikan kepada teman-teman di sekolah. Informasi tersebut juga dapat di sampaikan kepada masyarakat di daerah masing-masing.

Baca: https://genupdate.id/dpr-proses-calon-gubernur-bi-destry-damayanti/

Peserta Akan Saksikan Agenda Kenegaraan

Selanjutnya, para Teladan Parlemen Remaja 2024-2025 akan mendapat pengalaman tambahan. Mereka akan di ajak menyaksikan Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI pada 14 Agustus 2026.

Menurut Puan, agenda tersebut dapat memperkaya wawasan peserta. Terutama, terkait praktik ketatanegaraan dan pelaksanaan tugas lembaga perwakilan.

Gubernur Andra Soni Datangi Posko SAR Carita, Beri Dukungan untuk Keluarga Jurnalis Hilang

Dengan pengalaman tersebut, peserta di harapkan semakin memahami bagaimana lembaga negara bekerja. Selain itu, mereka dapat melihat secara langsung proses yang berlangsung di parlemen.

Baca juga: https://genupdate.id/kemenpora-integrasi-data-keolahragaan-talenta-nasional/

Puan Minta Peserta Sampaikan Informasi Berdasarkan Fakta

Di tengah perkembangan media sosial, Puan menilai kemampuan memilah informasi menjadi semakin penting. Sebab, informasi mengenai parlemen dapat beredar dengan cepat melalui berbagai platform.

Oleh karena itu, peserta Parlemen Remaja di minta menyampaikan fakta yang mereka lihat sendiri. Pengalaman langsung tersebut di nilai dapat menjadi sumber informasi yang lebih objektif.

Puan juga meminta peserta tidak hanya berpegang pada informasi yang beredar di media sosial. Sebaliknya, mereka dapat membandingkan informasi tersebut dengan pengalaman selama berada di lingkungan DPR.

Hari Ketiga Pencarian Jurnalis Hilang, Gubernur Banten Pantau Operasi SAR di Carita

Selain itu, Puan mengingatkan peserta agar tidak menggeneralisasi seluruh anggota DPR ketika terdapat anggota yang melakukan kesalahan.

Menurutnya, DPR RI terdiri dari 580 anggota. Setiap anggota memiliki tugas dan aktivitas dalam menjalankan fungsi kelembagaan.

Karena itu, satu persoalan tidak dapat langsung di jadikan gambaran terhadap seluruh anggota DPR. Puan menegaskan bahwa terdapat banyak anggota yang tetap menjalankan tugasnya.

Peserta Diminta Tetap Objektif

Puan bahkan membuka ruang bagi peserta untuk menyampaikan informasi apabila terdapat pihak yang meminta mereka hanya menyampaikan sisi positif parlemen.

Menurutnya, peserta tetap harus berani menyampaikan fakta. Dengan demikian, pengalaman yang di bagikan tidak hanya bersifat satu arah.

Sikap objektif tersebut juga di harapkan dapat membantu generasi muda memahami lembaga perwakilan secara lebih utuh. Selanjutnya, pengetahuan itu dapat menjadi bekal dalam melihat perkembangan demokrasi Indonesia.

Program Parlemen Remaja pun di harapkan tidak berhenti sebagai pengalaman singkat. Sebaliknya, pengalaman tersebut dapat di teruskan melalui di skusi dan edukasi di lingkungan sekolah maupun daerah.

Dengan demikian, generasi muda dapat berperan sebagai penyampai informasi yang kritis. Mereka juga di harapkan mampu membedakan fakta, opini, dan informasi yang belum terverifikasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Puan Maharani saat menerima kunjungan Teladan Parlemen Remaja 2024-2025, sebagaimana di beritakan melalui kanal resmi DPR RI pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Sumber: https://dpr.go.id

× Advertisement
× Advertisement