GENUPDATE.ID, Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI memperkuat transformasi digital dalam pembinaan olahraga nasional. Langkah tersebut di lakukan melalui integrasi data keolahragaan bersama sejumlah induk cabang olahraga.
Kerja sama itu di tandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Non-Disclosure Agreement (NDA). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Pernyataan tersebut di sampaikan dalam kegiatan penandatanganan PKS dan NDA Kemenpora bersama lima induk cabang olahraga. Informasi itu sebagaimana di beritakan melalui kanal resmi. https://kemenpora.go.id
Lima Cabor Dilibatkan dalam Integrasi Data
Lima organisasi olahraga yang terlibat ialah PSSI, PERBASI, PBSI, PABSI, dan Akuatik Indonesia. Selanjutnya, data dari masing-masing cabang olahraga akan di integrasikan secara bertahap.
Data tersebut mencakup atlet, pelatih, wasit, serta tenaga pendukung olahraga. Selain itu, berbagai pemangku kepentingan olahraga juga masuk dalam cakupan pendataan.
Dengan sistem terintegrasi, proses pemetaan talenta olahraga di harapkan menjadi lebih terukur. Pemerintah dan induk cabor juga dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai perkembangan atlet.
Karena itu, basis data yang akurat di nilai penting dalam menentukan arah pembinaan. Data dapat di gunakan untuk mengidentifikasi potensi atlet sejak tahap awal.
Baca juga: https://genupdate.id/manchester-united-vs-leeds-united-13-agustus-2026/
Data Terintegrasi Dukung Manajemen Talenta Nasional
Kemenpora juga mengarahkan integrasi data untuk memperkuat manajemen talenta nasional. Sistem berbasis data dapat membantu proses pencarian dan pembinaan atlet secara lebih terarah.
Tahap pertama di mulai melalui pengumpulan data. Kemudian, data tersebut dapat di petakan berdasarkan kebutuhan setiap cabang olahraga. Setelah itu, perkembangan talenta dapat dipantau secara berkelanjutan.
Selanjutnya, pembinaan dapat di sesuaikan dengan karakteristik setiap atlet. Pola tersebut di harapkan mampu mendukung perjalanan atlet dari usia dini hingga level internasional.
Kemenpora akan terus mendorong pemutakhiran data keolahragaan. Selain itu, cakupan integrasi data akan di perluas secara bertahap.
Langkah tersebut di harapkan membangun ekosistem olahraga yang lebih modern. Pada akhirnya, sistem pembinaan berbasis data dapat mendukung lahirnya atlet Indonesia berprestasi.
Sumber: https://kemenpora.go.id
