GENUPDATE.ID, PANDEGLANG – Gubernur Banten Andra Soni terus memantau operasi Search and Rescue (SAR) gabungan untuk mencari lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau.
Operasi tersebut melibatkan 11 unsur kapal dan sekitar 300 personel gabungan. Seluruh unsur bergerak dengan koordinasi yang terpusat agar pencarian berjalan secara terpadu.
Andra Soni mengatakan Basarnas memegang kendali teknis dalam operasi pencarian. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Banten terus memberikan dukungan kepada seluruh unsur yang terlibat.
“Secara teknis semuanya dikendalikan oleh Basarnas. Pemerintah Provinsi Banten terus mendukung dan berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian,” ujar Andra.
Baca juga: BAZNAS Banten Kerahkan BTB Bantu Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda
11 Kapal dan 300 Personel Terlibat Pencarian
Memasuki hari ketiga, operasi SAR melibatkan kekuatan gabungan dari berbagai unsur. Sebanyak 11 unsur kapal ikut mendukung pencarian di wilayah perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Selain armada laut, sekitar 300 personel juga terlibat dalam operasi tersebut. Mereka menjalankan pencarian sesuai pembagian tugas dan koordinasi Tim SAR Gabungan.
Karena itu, koordinasi menjadi bagian penting dalam setiap tahapan pencarian. Kondisi perairan dan situasi di lapangan juga terus menjadi perhatian tim.
Di sisi lain, posko terpadu Carita menjadi salah satu titik pemantauan operasi. Dari posko tersebut, perkembangan pencarian terus dikoordinasikan bersama unsur terkait.
Pemerintah Provinsi Banten juga memastikan dukungan tetap berjalan selama proses pencarian. Langkah tersebut dilakukan sesuai kewenangan pemerintah daerah.
Andra menegaskan bahwa seluruh perkembangan di lapangan terus dibahas bersama Tim SAR Gabungan. Dengan demikian, setiap langkah pencarian dapat mengikuti arahan teknis dari Basarnas.
Pemprov Banten Percayakan Teknis kepada Basarnas
Andra Soni mengatakan pemerintah daerah menyerahkan pelaksanaan teknis operasi kepada Basarnas. Namun, Pemprov Banten tetap berada dalam koordinasi bersama seluruh unsur yang terlibat.
“Semua kondisi di lapangan terus dikoordinasikan bersama Tim SAR Gabungan,” kata Andra.
Menurutnya, Basarnas bersama seluruh unsur SAR memiliki peran penting dalam pelaksanaan pencarian. Oleh sebab itu, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan sesuai kewenangan.
Selain itu, komunikasi antarunsur menjadi hal penting selama operasi berlangsung. Tim di lapangan membutuhkan informasi yang cepat agar pencarian dapat berjalan secara efektif.
Pemerintah Provinsi Banten juga terus mengikuti perkembangan operasi dari posko terpadu. Dengan dukungan tersebut, proses pencarian diharapkan dapat berlangsung secara maksimal.
Hingga hari ketiga, pencarian masih terus dilakukan. Tim SAR Gabungan tetap berupaya menemukan lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Operasi pencarian menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Banten. Karena itu, koordinasi antara Basarnas, pemerintah daerah, dan seluruh unsur SAR terus dilakukan selama proses pencarian.
