GEN UPDATE – Gubernur DKI Jakarta, , memberikan apresiasi kepada Gubernur Banten, , atas komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah Banten dan DKI Jakarta. Kolaborasi kedua pemerintah daerah tersebut di wujudkan melalui optimalisasi lahan aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berada di Kabupaten Tangerang.
Pernyataan itu di sampaikan saat keduanya meninjau lokasi Pusat Olah Organik dengan Budidaya Magot BSF dan peternakan di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Jumat (31/7/2026).
Baca juga: https://genupdate.id/pemkot-tangsel-perkuat-keterbukaan-informasi-publik-e-ppid-ai-2026/
Lahan 100 Hektare Dioptimalkan
Lahan seluas 100 hektare tersebut akan dikembangkan menjadi kawasan pertanian dan peternakan terpadu. Sebanyak 40 hektare akan di manfaatkan untuk sektor pertanian dan lingkungan hidup. Sementara itu, 20 hektare lainnya di persiapkan sebagai kawasan peternakan modern.
Pramono mengatakan, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari komunikasi yang baik antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Banten.
Menurutnya, sinergi antardaerah menjadi kunci untuk menjaga pasokan pangan. Selain itu, kerja sama ini juga di harapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Baca juga: https://genupdate.id/tangsel-digital-academy-santri-ai-literasi-digital/
Kapasitas Peternakan Capai 5.000 Ekor Sapi
Pengembangan kawasan peternakan akan di kelola oleh BUMD Dharma Jaya. Nantinya, fasilitas tersebut tidak hanya menampung sapi, tetapi juga budidaya ikan dan ayam secara terpadu.
Pramono menjelaskan bahwa kapasitas kandang di perkirakan mampu menampung hingga 5.000 ekor sapi. Dengan kapasitas tersebut, kebutuhan pasokan daging saat hari-hari besar di proyeksikan dapat terpenuhi untuk wilayah Jakarta maupun Banten.
Karena itu, ia meminta proses pembangunan dapat di mulai pada September 2026 agar proyek segera berjalan sesuai rencana.
Investasi Rp1 Triliun Tanpa Membebani APBD
Nilai investasi proyek ini di perkirakan mencapai Rp1 triliun. Meski demikian, Pramono menegaskan bahwa pendanaan tidak akan berasal dari APBD DKI Jakarta maupun APBD Banten.
Selain memperkuat ketahanan pangan, proyek tersebut di perkirakan mampu menyerap sekitar 200 tenaga kerja. Seluruh pekerja nantinya di prioritaskan berasal dari masyarakat sekitar lokasi pembangunan.
Langkah tersebut di harapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Andra Soni: Jakarta dan Banten Saling Membutuhkan
Sementara itu, Andra Soni menilai Jakarta dan Banten merupakan dua wilayah yang memiliki hubungan erat. Menurutnya, kedua daerah saling mendukung dalam berbagai sektor, termasuk ekonomi dan ketahanan pangan.
Ia menjelaskan bahwa banyak warga Banten bekerja di Jakarta, sedangkan sebagian masyarakat Jakarta juga beraktivitas di wilayah Banten. Oleh sebab itu, kerja sama lintas daerah di nilai menjadi langkah strategis untuk menghadapi tantangan kebutuhan pangan di masa depan.
Kolaborasi tersebut di harapkan mampu menciptakan sistem pangan yang lebih kuat, meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kedua provinsi.
Sumber informasi: https://bantenprov.go.id/

Komentar