SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banten
Beranda » BAZNAS Banten Siapkan Strategi Zakat Produktif, Fokus Perluas Manfaat bagi Warga

BAZNAS Banten Siapkan Strategi Zakat Produktif, Fokus Perluas Manfaat bagi Warga

BAZNAS Banten memperkuat strategi zakat produktif untuk pemberdayaan masyarakat pada Rakornas 2026. Gambar: Ilustrasi AI/Gen Update

GENUPDATE.ID, BANTEN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten memperkuat strategi pengelolaan zakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Langkah ini menjadi salah satu fokus setelah BAZNAS Banten mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 di Jakarta pada 13–15 Oktober 2026.

Melalui forum nasional tersebut, BAZNAS Banten mendapat penguatan arah program pendistribusian dan pendayagunaan zakat. Selain itu, koordinasi antarlembaga menjadi perhatian agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara lebih efektif.

Rakornas BAZNAS 2026 diikuti sekitar 1.300 perwakilan BAZNAS dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota. Dalam kegiatan ini, BAZNAS RI mendorong seluruh daerah untuk menyukseskan 13 program prioritas dengan menyesuaikan potensi serta kebutuhan masyarakat setempat.

Karena itu, pengelolaan zakat tidak cukup hanya berfokus pada penghimpunan dan penyaluran bantuan. Pengelola juga perlu memastikan setiap program memberikan manfaat nyata bagi penerima zakat atau mustahik.

BAZNAS Banten Perkuat Zakat Produktif Berbasis Kebutuhan Warga

Sumber Foto: BAZNAS Banten

Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menekankan pentingnya perencanaan berbasis data, inovasi, serta kolaborasi dalam menjalankan program zakat.

1.428 Pemilih Ikut Pesta Demokrasi OSIS SMPN 16 Tangsel, Tiga Paslon Bersaing

Menurut arahannya dalam Rakornas, pengelola zakat perlu mengembangkan program produktif yang mampu memberikan dampak nyata. Dengan demikian, dana zakat dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.

Selain itu, program zakat perlu selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Asta Cita, serta arah kebijakan BAZNAS. Penyelarasan tersebut diharapkan memperkuat kontribusi zakat terhadap agenda kesejahteraan masyarakat.

Bagi BAZNAS Provinsi Banten, arahan ini menjadi bahan penguatan program di daerah. Namun, pelaksanaannya tetap perlu mempertimbangkan kondisi penerima manfaat, potensi lokal, dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Sebagai contoh, program zakat produktif dapat diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha kecil, peningkatan keterampilan, serta pemberdayaan ekonomi keluarga. Meski demikian, bentuk program harus mengikuti hasil pemetaan kebutuhan dan ketentuan penyaluran zakat yang berlaku.

Dengan perencanaan yang tepat, zakat berpeluang memberikan manfaat lebih berkelanjutan. Penerima manfaat tidak hanya memperoleh bantuan untuk kebutuhan mendesak, tetapi juga berkesempatan membangun sumber penghasilan yang lebih stabil.

Yusril Buka Suara! Kasus Penyadapan Presiden Prabowo Belum Mengarah ke Makar

Perluas Pengumpulan Zakat melalui UPZ dan Kolaborasi Daerah

Selain memperkuat penyaluran, Rakornas BAZNAS 2026 turut menyoroti pentingnya optimalisasi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Salah satu langkah yang didorong ialah memperluas jaringan Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

Pengembangan UPZ dapat menyasar lingkungan pemerintahan, desa, dan perguruan tinggi. Melalui jaringan tersebut, pengelola zakat memiliki peluang menjangkau lebih banyak muzaki atau orang yang menunaikan zakat.

Selanjutnya, kerja sama dengan berbagai mitra strategis juga perlu diperkuat. Kolaborasi ini dapat membantu memperluas penghimpunan dana sekaligus meningkatkan jangkauan program kepada masyarakat yang membutuhkan.

Di tingkat daerah, koordinasi BAZNAS Provinsi Banten dengan BAZNAS kabupaten dan kota menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Dengan koordinasi yang baik, pengelola dapat menyusun program secara lebih terarah dan menyesuaikannya dengan kebutuhan masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan pengelolaan zakat tidak hanya diukur dari besarnya dana yang terkumpul. Ketepatan sasaran, transparansi, dan dampak program terhadap kehidupan mustahik juga menjadi unsur penting.

Geger! Tiga Jenderal Polri Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Melalui penguatan strategi ini, BAZNAS Banten diharapkan mampu mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung pemberdayaan masyarakat serta pengentasan kemiskinan.

Ke depan, kesinambungan program dan kolaborasi antarpihak akan menjadi faktor penting. Dengan pengelolaan yang terarah, zakat dapat terus dikembangkan sebagai instrumen sosial dan ekonomi yang memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat Banten.

× Advertisement
× Advertisement