GENUPDATE.ID, BANTEN – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung perlindungan masyarakat adat Baduy. Komitmen ini menjadi perhatian penting di tengah meningkatnya tantangan kerusakan alam dan kebutuhan menjaga warisan budaya lokal.
Bagi masyarakat adat Baduy, alam bukan sekadar tempat tinggal. Hutan, sungai, dan pegunungan juga memiliki nilai penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan. Karena itu, pesan masyarakat adat mengenai kondisi lingkungan perlu mendapat perhatian dari pemerintah dan masyarakat luas.
Dalam rangkaian tradisi Seba Baduy pada April 2026, Andra Soni menerima kedatangan masyarakat adat Kanekes di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tradisi tahunan yang mempertemukan masyarakat adat dengan pemerintah daerah.
Selain mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat adat, Seba Baduy juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga alam. Melalui tradisi ini, masyarakat Baduy menyampaikan aspirasi sekaligus mengingatkan pemerintah mengenai tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.
Andra Soni Dorong Pelestarian Lingkungan dan Kearifan Lokal
Andra Soni menilai masyarakat adat Kanekes memiliki nilai kehidupan yang patut menjadi perhatian masyarakat luas. Salah satunya adalah kepatuhan terhadap aturan adat serta konsistensi menjaga kelestarian alam.
Oleh karena itu, pemerintah perlu memperhatikan aspirasi masyarakat adat dalam menyusun langkah perlindungan lingkungan. Upaya tersebut juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat di sekitar kawasan adat.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong perhatian terhadap persoalan lingkungan. Namun, tindak lanjutnya perlu berjalan secara terukur agar masyarakat dapat melihat manfaat nyata dari kebijakan pemerintah.
Selain itu, pelestarian lingkungan tidak cukup mengandalkan kegiatan seremonial. Pemerintah perlu memperkuat pengawasan, edukasi, serta kolaborasi dengan masyarakat agar perlindungan alam berlangsung secara berkelanjutan.
Dengan demikian, kearifan lokal masyarakat Baduy dapat menjadi inspirasi dalam membangun kesadaran lingkungan. Nilai tersebut juga relevan bagi masyarakat perkotaan yang menghadapi persoalan sampah, pencemaran air, dan berkurangnya ruang hijau.
Perlindungan Masyarakat Adat Membutuhkan Kerja Sama Berkelanjutan
Kepala Desa Kanekes atau Jaro Pamarentah, Jaro Oom, turut menyampaikan perhatian terhadap kondisi lingkungan. Ia menyoroti perubahan dan kerusakan yang terjadi pada sungai, hutan, serta kawasan pegunungan.
Menurut aspirasi tersebut, dukungan pemerintah daerah sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan. Sebab, kerusakan alam dapat memengaruhi keberlangsungan kehidupan masyarakat yang bergantung pada keseimbangan ekosistem.
Di sisi lain, perlindungan masyarakat adat juga perlu memperhatikan keberlanjutan tradisi, penghormatan terhadap aturan adat, dan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan daerah dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya.
Selanjutnya, koordinasi antara perangkat daerah dan masyarakat adat perlu mendorong langkah yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Pemerintah juga dapat memperkuat edukasi lingkungan dengan melibatkan komunitas lokal dan generasi muda.
Seba Baduy sendiri memiliki makna lebih luas daripada sekadar agenda budaya. Tradisi ini menjadi ruang komunikasi antara masyarakat adat dan pemerintah, sekaligus pengingat mengenai pentingnya menjaga hubungan manusia dengan alam.
Karena itu, komitmen Pemprov Banten terhadap pelestarian lingkungan dan perlindungan masyarakat adat perlu terus mendapat perhatian. Masyarakat juga dapat berkontribusi melalui tindakan sederhana, seperti mengurangi sampah, menjaga kebersihan sungai, dan menghormati kearifan lokal.
Pada akhirnya, pelestarian alam membutuhkan konsistensi semua pihak. Jika pemerintah, masyarakat adat, dan warga bekerja bersama, upaya menjaga lingkungan serta warisan budaya Banten memiliki peluang lebih besar untuk memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
