Tangerang, GENUPDATE.ID – Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mendorong Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) menjadi program yang mampu memperkuat peran ayah dalam keluarga. Program tersebut dinilai penting untuk membentuk generasi muda yang berkualitas sekaligus menciptakan keluarga yang harmonis.
Pernyataan itu disampaikan Wabup Intan saat menghadiri diskusi lintas sektor program kependudukan dan pembangunan keluarga. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Vega, Gading Serpong, Tangerang, Kamis, 27 Agustus 2026. Tangerangkab.go.id
GATI Dorong Peran Ayah dalam Keluarga
Menurut Intan, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. Karena itu, kehadiran ayah tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga.
Lebih dari itu, ayah juga memiliki peran dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Kehadiran tersebut mencakup perhatian, komunikasi, pendidikan, hingga pengasuhan sehari-hari.
“Gerakan Ayah Teladan Indonesia hadir sebagai solusi untuk menguatkan peran strategis ayah dalam keluarga,” ujar Intan.
Ia menilai GATI dapat menjadi ajakan bagi para ayah dan calon ayah untuk hadir secara nyata dalam kehidupan keluarga. Dengan begitu, anak mendapat pendampingan yang lebih kuat dalam proses tumbuh dan berkembang.
Selain itu, keterlibatan ayah dapat membantu membangun lingkungan keluarga yang lebih sehat. Anak pun memiliki ruang yang lebih baik untuk belajar mengenai tanggung jawab, disiplin, serta kepedulian.
Baca juga: DPKP Tangerang Dorong Pertanian Modern Lewat Uji Coba Padi Tabela di Desa Klebet
Kehadiran Ayah Jadi Fondasi Karakter Anak
Wabup Intan menegaskan bahwa keterlibatan ayah menjadi salah satu fondasi penting bagi pertumbuhan karakter anak. Peran tersebut juga berkaitan dengan pembentukan mental yang mandiri.
Namun, berbagai kondisi dapat membuat kehadiran ayah dalam keluarga menjadi terbatas. Faktor pekerjaan, jarak tempat tinggal, hingga perceraian dapat memengaruhi intensitas interaksi ayah dan anak.
Menurut Intan, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian bersama. Sebab, keterbatasan kehadiran ayah dapat menghadirkan tantangan dalam perkembangan psikologis, sosial, dan akademik anak.
Karena itu, penguatan peran ayah perlu menjadi bagian dari upaya membangun keluarga yang berkualitas. Pemerintah, keluarga, dan masyarakat dapat mengambil peran melalui edukasi serta pendampingan.
Empat Indikator Keterlibatan Ayah
Intan menjelaskan bahwa keterlibatan ayah dapat dilihat melalui empat indikator utama. Pertama, terdapat interaksi langsung antara ayah dan anak dalam berbagai aktivitas.
Kedua, anak memiliki akses kepada ayah secara fisik maupun psikologis. Artinya, anak memiliki kesempatan untuk berkomunikasi dan mendapatkan dukungan dari sosok ayah.
Ketiga, ayah memiliki tanggung jawab terhadap kesejahteraan, pendidikan, dan perlindungan anak. Tanggung jawab tersebut perlu berjalan secara konsisten dalam kehidupan keluarga.
Keempat, ayah ikut terlibat dalam pekerjaan domestik dan pengasuhan sehari-hari. Dengan demikian, tugas keluarga tidak hanya bertumpu pada ibu.
“Keempat indikator itu menunjukkan bahwa peran ayah harus hadir secara nyata dalam kehidupan anak dan keluarga,” kata Intan.
Ayah Bukan Sekadar Kepala Keluarga
Intan juga menekankan bahwa sosok ayah memiliki posisi penting sebagai teladan bagi anak. Menurutnya, ayah bukan hanya berperan sebagai kepala keluarga.
“Ayah bukan hanya kepala keluarga, tapi juga hati keluarga,” ungkapnya.
Karena itu, sikap peduli, disiplin, dan bertanggung jawab perlu ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. Anak dapat belajar banyak hal melalui kebiasaan dan perilaku orang tua.
Pada kesempatan tersebut, Intan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor dapat memperkuat program pembangunan keluarga. Terlebih, pembangunan keluarga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan.
Melalui penguatan GATI, peran ayah diharapkan semakin mendapat perhatian. Pada akhirnya, keterlibatan ayah dapat membantu menciptakan keluarga yang lebih harmonis.
Program tersebut juga diharapkan mampu mendukung lahirnya generasi muda yang memiliki karakter kuat. Dengan keluarga yang solid, anak memiliki fondasi yang lebih baik untuk menghadapi tantangan masa depan.
Sumber: Tangerangkab.go.id
