JOMBANG, GENUPDATE.ID – Nahdlatul Ulama (NU) memasuki babak baru kepemimpinan. KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031.
Penetapan Gus Kikin berlangsung dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Sementara itu, KH Miftachul Akhyar kembali mendapat amanah sebagai Rais Aam PBNU untuk periode yang sama.
Gus Kikin Bawa Pengalaman Pesantren dan Organisasi
Nama Gus Kikin bukan sosok baru di lingkungan Nahdlatul Ulama. Ia memiliki latar belakang kuat dalam dunia pesantren.
Gus Kikin juga dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Selain itu, ia sebelumnya memimpin Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.
Pada 2024, Gus Kikin terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWNU Jawa Timur masa khidmah 2024–2029. Jabatan tersebut menjadi salah satu pengalaman penting sebelum ia masuk dalam bursa Ketua Umum PBNU.
Karena itu, pengalaman Gus Kikin di tingkat wilayah menjadi modal penting. Kini, tanggung jawabnya jauh lebih besar karena mencakup kepemimpinan NU secara nasional.
Lahir dari Keluarga Ulama NU
Gus Kikin lahir pada 17 Agustus 1959. Ia merupakan putra KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma’shum.
Ia juga memiliki hubungan keluarga dengan KH Hasyim Asy’ari. Hasyim Asy’ari merupakan pendiri Nahdlatul Ulama.
Gus Kikin tercatat sebagai cucu Nyai Hj Khoiriyah Hasyim. Sosok tersebut merupakan putri sulung KH Hasyim Asy’ari.
Latar keluarga tersebut membuat Gus Kikin tumbuh dalam lingkungan pesantren. Namun, perjalanan hidupnya tidak hanya berkutat pada dunia pendidikan keagamaan.
Pernah Menjalani Dunia Bisnis
Sebelum aktif lebih jauh dalam organisasi NU, Gus Kikin juga memiliki pengalaman di dunia usaha.
Sejumlah laporan menyebut perjalanan hidupnya mencakup pengalaman sebagai pelaut dan pebisnis. Pengalaman tersebut turut membentuk perspektifnya dalam mengelola organisasi.
Karena itu, sosok Gus Kikin kerap dipandang memiliki kombinasi pengalaman pesantren, organisasi, dan kewirausahaan.
Perjalanan Menuju Ketua Umum PBNU
Perjalanan Gus Kikin menuju kursi Ketua Umum PBNU berlangsung secara bertahap.
Ia terlebih dahulu aktif dalam lingkungan pesantren. Selanjutnya, kiprahnya berkembang dalam struktur organisasi NU.
Pengalamannya sebagai Ketua PWNU Jawa Timur kemudian membuat namanya semakin kuat. Dukungan dari struktur NU Jawa Timur turut mengantarkannya menjadi salah satu kandidat utama.
Menjelang Muktamar ke-35 NU, nama Gus Kikin termasuk yang paling sering muncul dalam pembahasan bursa calon ketua umum. Saat itu, sejumlah nama lain juga masuk dalam bursa.
Gus Kikin Terpilih untuk Periode 2026–2031
Muktamar ke-35 NU menjadi momentum penentuan kepemimpinan baru. Forum tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Dalam proses penentuan ketua umum, mekanisme AHWA menjadi bagian penting. Sembilan anggota AHWA kemudian menetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031.
Hasil tersebut sekaligus menandai berakhirnya periode kepemimpinan sebelumnya. Selanjutnya, Gus Kikin akan membawa NU menghadapi agenda organisasi selama lima tahun mendatang.
Tantangan Gus Kikin Memimpin NU
Sebagai ketua umum baru, Gus Kikin menghadapi tantangan besar. NU memiliki struktur organisasi yang luas hingga tingkat daerah.
Selain itu, NU juga memiliki peran penting dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, kepemimpinan Gus Kikin akan menjadi perhatian warga Nahdliyin. Konsolidasi organisasi menjadi salah satu pekerjaan penting setelah Muktamar ke-35.
Gus Kikin sebelumnya juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan. Baginya, siapa pun yang terpilih harus tetap menjaga persatuan di tubuh NU.
Arah Baru PBNU 2026–2031
Terpilihnya Gus Kikin membuka babak baru bagi PBNU. Organisasi tersebut kini memiliki kepemimpinan baru untuk periode 2026–2031.
Dengan pengalaman di pesantren, dunia usaha, serta organisasi NU, Gus Kikin membawa rekam jejak yang cukup beragam.
Selanjutnya, masyarakat akan melihat bagaimana kepemimpinannya menerjemahkan amanah Muktamar ke-35. Terlebih, NU memasuki fase penting dalam perjalanan organisasi pada abad keduanya.
GENUPDATE.ID akan terus mengikuti perkembangan kepemimpinan PBNU dan agenda Gus Kikin setelah terpilih sebagai Ketua Umum periode 2026–2031.
