MANGGARAI BARAT, GENUPDATE.ID – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) turut memberikan dampak serius terhadap sektor pendidikan. Ribuan satuan pendidikan terdampak, sementara puluhan ribu warga sekolah harus mengungsi akibat kondisi yang belum sepenuhnya aman.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers penanganan darurat gempa bumi M7,7 NTT yang digelar secara virtual dari Media Center Pos Pendamping Nasional Penanganan Darurat Gempa Bumi M7,7 NTT, Kamis (20/8). Keterangan itu disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Prof. Dr. Atip Latipulhayat.
Berdasarkan data yang dihimpun Kemendikdasmen, terdapat korban dari kalangan peserta didik dan tenaga pendidik. Sebanyak tiga peserta didik dan satu tenaga pendidik dilaporkan meninggal dunia. Selain itu, sekitar 38 ribu warga sekolah kini berada di lokasi pengungsian.
Baca juga: Korban Gempa M7,7 NTT Bertambah Jadi 71 Orang, Pengungsi Capai 59.647 Jiwa
Dampak gempa juga terlihat pada infrastruktur pendidikan. Sebanyak 1.378 satuan pendidikan dilaporkan terdampak. Dari jumlah tersebut, 502 sekolah mengalami kerusakan berat.
Karena kondisi tersebut, kegiatan belajar mengajar tidak dapat berlangsung secara normal. Untuk sementara, pembelajaran dilakukan dari rumah maupun tempat pengungsian. Langkah ini ditempuh demi menjaga keselamatan siswa dan tenaga pendidik dari ancaman bangunan yang berpotensi roboh akibat gempa susulan.
Selanjutnya, Kemendikdasmen bersama BNPB dan sejumlah instansi terkait terus mempercepat penanganan sektor pendidikan. Tenda juga akan didistribusikan untuk digunakan sebagai ruang kelas darurat bagi sekolah yang mengalami kerusakan berat.
Sebelumnya, tim Kemendikdasmen telah tiba di wilayah terdampak dan menyalurkan bantuan. Selain itu, panduan pembelajaran pada masa darurat telah diterbitkan. Panduan tersebut memberikan fleksibilitas dalam metode pembelajaran sekaligus memuat dukungan psikososial bagi peserta didik dan tenaga pendidik.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap proses pendidikan tetap berjalan di tengah situasi darurat. Pemulihan fasilitas sekolah juga terus dilakukan agar anak-anak di wilayah terdampak dapat kembali belajar dengan aman.
Sumber: BNPB.GO.ID
