GENUPDATE.ID, SERANG – Perekonomian Provinsi Banten menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah Provinsi Banten kini mendorong pemanfaatan data Sensus Ekonomi 2026 sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi, menegaskan pentingnya data ekonomi yang akurat untuk menentukan arah pembangunan daerah. Menurutnya, hasil sensus dapat membantu pemerintah mengenali potensi usaha sekaligus menemukan sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Forum tersebut menjadi ruang diskusi bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk memperkuat pemahaman mengenai kondisi ekonomi Banten. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan apresiasi kepada pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Pertumbuhan Ekonomi Banten Terus Menunjukkan Tren Positif
Data yang disampaikan Pemerintah Provinsi Banten menunjukkan pertumbuhan ekonomi daerah meningkat dalam tiga periode terakhir. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi Banten tercatat sebesar 4,79 persen. Angka tersebut kemudian naik menjadi 5,37 persen pada 2025.
Selanjutnya, ekonomi Banten tumbuh 5,49 persen pada triwulan II 2026. Capaian ini menunjukkan aktivitas ekonomi daerah tetap bergerak positif di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Meski demikian, pertumbuhan tersebut perlu diikuti pemerataan manfaat bagi masyarakat. Pemerintah tidak hanya perlu menjaga angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan dampaknya terasa dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, penguatan sektor usaha produktif menjadi salah satu perhatian penting. Penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu berjalan beriringan.
Selain itu, Bank Indonesia memperkirakan ekonomi Banten pada 2026 dapat tumbuh dalam kisaran 5,1 hingga 5,9 persen. Proyeksi tersebut memberikan gambaran positif, meskipun realisasinya tetap bergantung pada perkembangan kondisi ekonomi.
Pemerintah daerah juga melihat peluang dari pengembangan kawasan industri, peningkatan investasi, dan sektor pariwisata. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi diharapkan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu.
Sensus Ekonomi 2026 Petakan Potensi Usaha dan Arah Kebijakan
Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran strategis dalam menggambarkan struktur dan karakteristik kegiatan usaha di Banten. Data yang terkumpul diharapkan membantu pemerintah mengidentifikasi sektor unggulan serta peluang ekonomi yang belum berkembang secara optimal.
Kepala BPS Provinsi Banten, Yusniar Juliana, menyampaikan bahwa pendataan Sensus Ekonomi 2026 telah mencapai 100 persen. Menurutnya, data tersebut menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat berdasarkan hasil pendataan lapangan.
Namun, keberhasilan pendataan perlu diikuti pengolahan dan pemanfaatan data secara maksimal. Pemerintah membutuhkan informasi yang terverifikasi agar setiap program pembangunan memiliki dasar yang jelas.
Melalui data tersebut, pemerintah dapat menentukan sektor yang membutuhkan dukungan lebih besar. Di sisi lain, pelaku usaha juga berpeluang memperoleh kebijakan yang lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka.
Deden Apriandhi menilai kolaborasi antara pemerintah, BPS, dunia usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam transformasi ekonomi daerah. Terlebih, perkembangan teknologi dan era Industri 5.0 menuntut dunia usaha untuk terus berinovasi.
Oleh sebab itu, hasil Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menjadi acuan dalam merancang program pembangunan yang terukur, inklusif, dan berkelanjutan. Kebijakan berbasis bukti juga dapat membantu pemerintah mengevaluasi program agar anggaran dan sumber daya memberikan manfaat lebih besar.
Pada akhirnya, tantangan utama bukan hanya menjaga pertumbuhan ekonomi Banten tetap positif. Pemerintah juga perlu memastikan data sensus benar-benar diterjemahkan menjadi kebijakan yang berdampak bagi masyarakat.
Dengan strategi yang tepat, penguatan UMKM, investasi, industri, dan pariwisata dapat menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Banten.
