GENUPDATE.ID, JAKARTA – Dua acara berskala internasional memberikan dorongan besar bagi perekonomian Jakarta. Jakarta Running Festival (JRF) 2026 dan konser Ye Live mencatat total dampak ekonomi sekitar Rp625 miliar.
Penyelenggaraan acara internasional juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal. Selain menarik pengunjung, kegiatan tersebut menggerakkan kebutuhan akomodasi, transportasi, kuliner, dan layanan pendukung lainnya.
Karena itu, Jakarta memanfaatkan kegiatan olahraga dan hiburan sebagai salah satu cara memperkuat daya tarik kota. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh penyelenggara, tetapi juga berpotensi menjangkau pelaku usaha dan pekerja di berbagai sektor.
JRF Sumbang Rp175 Miliar dan Libatkan Puluhan UMKM
Jakarta Running Festival 2026 memberikan dampak ekonomi sekitar Rp175 miliar. Angka tersebut disampaikan Pramono berdasarkan perhitungan jajaran pemerintah daerah yang menangani bidang keuangan.
Selain menghasilkan perputaran ekonomi, JRF turut membuka ruang promosi bagi usaha lokal. Sebanyak 49 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Ajang ini juga menghadirkan 130 merek dalam race expo. Kehadiran berbagai merek memberi kesempatan kepada pelaku usaha untuk memperkenalkan produk kepada peserta dan pengunjung.
Dengan demikian, JRF tidak hanya menjadi ajang olahraga lari. Kegiatan ini juga menghubungkan komunitas olahraga dengan sektor perdagangan dan industri pendukung.
Di sisi lain, peserta dan pengunjung membutuhkan berbagai layanan selama mengikuti kegiatan. Kebutuhan tersebut dapat mendorong aktivitas usaha di sekitar lokasi acara, termasuk sektor makanan, minuman, transportasi, dan penginapan.
Namun, besarnya manfaat bagi setiap pelaku usaha dapat berbeda. Faktor jumlah pengunjung, lokasi usaha, serta jenis layanan turut memengaruhi peluang yang mereka peroleh.
Keterlibatan UMKM dan berbagai merek menunjukkan bahwa acara olahraga memiliki potensi ekonomi yang lebih luas. Oleh karena itu, penyelenggara dapat terus memperkuat ruang promosi agar pelaku usaha lokal memperoleh kesempatan yang lebih besar.
Konser Ye Live Dongkrak Perputaran Ekonomi hingga Rp450 Miliar
Selain JRF, konser Ye Live di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) juga memberikan kontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi Jakarta.
Pramono Anung menyebut dampak ekonomi konser tersebut mencapai sekitar Rp450 miliar. Sementara itu, penjualan tiket konser tercatat sekitar Rp328 miliar.
Angka penjualan tiket tersebut menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan penyelenggaraan konser. Adapun perkiraan dampak ekonomi secara keseluruhan mencakup perputaran dari berbagai sektor pendukung.
Menurut Pramono, jika dampak ekonomi konser Ye Live dan JRF digabungkan, nilainya mencapai sekitar Rp625 miliar.
“Jadi itulah yang terjadi dalam dua hari ini. Konser Ye kurang lebih Rp450 miliar, kemudian Jakarta Running Festival Rp175 miliar, kalau dijumlahkan kurang lebih Rp625 miliar,” ujar Pramono, sebagaimana dikutip Beritajakarta.id.
Penyelenggaraan konser internasional dapat mendorong kebutuhan transportasi, akomodasi, kuliner, dan perdagangan. Selain itu, kegiatan tersebut berpotensi memperkenalkan Jakarta kepada pengunjung dari luar daerah maupun mancanegara.
Meski demikian, nilai dampak ekonomi tidak selalu sama dengan pendapatan bersih seluruh pelaku usaha. Perhitungan tersebut menggambarkan aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan kegiatan, bukan keuntungan yang diterima setiap pihak.
Ke depan, penyelenggaraan acara berskala besar membutuhkan perencanaan yang matang. Pemerintah dan penyelenggara perlu menjaga kelancaran transportasi, keamanan pengunjung, serta peluang partisipasi bagi usaha lokal.
Pada akhirnya, JRF dan Ye Live menunjukkan potensi kegiatan olahraga dan hiburan dalam menggerakkan ekonomi kota. Jika pengelolaannya berjalan baik, acara serupa dapat memperkuat sektor pariwisata sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
