SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasional
Beranda » BNPB Petakan Wilayah Gempa NTT dari Udara, Dropping Logistik Jadi Opsi

BNPB Petakan Wilayah Gempa NTT dari Udara, Dropping Logistik Jadi Opsi

BNPB melakukan survei udara untuk memetakan wilayah terdampak gempa M7,7 NTT sekaligus mencari jalur distribusi bantuan. Foto: Dok. BPNB

MANGGARAI BARAT, GENUPDATE.ID — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan survei udara untuk memetakan kondisi wilayah terdampak gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Survei berlangsung pada Jumat (21/8/2026), atau memasuki hari ketujuh setelah gempa. Helikopter menyisir wilayah Flores dari Labuan Bajo hingga Nagekeo untuk melihat kondisi daratan dan kawasan pesisir.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari memimpin pemantauan tersebut. Dari udara, tim melihat kondisi jalur darat, permukiman, serta warga yang tinggal di sejumlah kawasan perbukitan.

Baca juga: 2,2 Ton Rendang Sumbar Dikirim untuk Warga Terdampak Gempa NTT M7,7

BNPB Petakan Wilayah Terdampak dari Udara

Abdul Muhari mengatakan survei tersebut bertujuan mendapatkan gambaran lebih utuh mengenai wilayah terdampak bencana. Selain itu, pemantauan juga membantu BNPB mencocokkan laporan dari masyarakat dan pemerintah daerah.

Manchester United Pesta Gol di Old Trafford, Sabah Tak Berkutik

Laporan tersebut mencakup sejumlah titik pesisir yang mengalami landaan tsunami. Karena itu, pengamatan langsung dari udara menjadi salah satu cara untuk memvalidasi kondisi di lapangan.

“Ini kita lakukan mapping, sudah selesai kita lakukan, kita berangkat dari Labuan Bajo, kemudian pesisir utara, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, hingga Nagekeo,” ujar Abdul Muhari.

Rute pemantauan mencakup Labuan Bajo, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, hingga Nagekeo. Dengan cakupan tersebut, BNPB dapat melihat kondisi wilayah dari kawasan pesisir sampai daratan.

Survei Juga Cari Jalur Distribusi Bantuan

Pemantauan udara tidak hanya berfokus pada kondisi kerusakan. BNPB juga menggunakan survei tersebut untuk mencari jalur yang memungkinkan bagi distribusi bantuan.

Dari udara, tim mengidentifikasi sejumlah titik yang dapat menjadi lokasi penurunan logistik. Langkah itu penting karena beberapa wilayah memiliki akses darat yang sulit.

Gubernur Andra Soni Datangi Posko SAR Carita, Beri Dukungan untuk Keluarga Jurnalis Hilang

Helikopter terbang pada ketinggian sekitar 25 hingga 30 meter di atas permukaan tanah. Dengan jarak tersebut, tim dapat mengambil rangkaian foto kondisi wilayah secara visual.

“Kita buat foto secara singkat, secara rangkaian supaya nanti kita bisa melihat secara utuh kawasan terdampak dari kawasan pesisir hingga daratan,” paparnya.

Selain itu, BNPB melihat adanya warga yang tinggal di kawasan perbukitan. Kondisi medan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pola distribusi bantuan.

Akses Darat Jadi Tantangan

Beberapa lokasi yang berada di kawasan perbukitan sulit dijangkau kendaraan roda empat. Kondisi tersebut menjadi kendala ketika bantuan dalam jumlah besar harus dikirim menggunakan kendaraan darat.

Karena itu, BNPB menyiapkan opsi distribusi melalui udara untuk wilayah tertentu. Cara tersebut memungkinkan bantuan menjangkau masyarakat yang sulit memperoleh akses melalui jalur darat.

Hari Ketiga Pencarian Jurnalis Hilang, Gubernur Banten Pantau Operasi SAR di Carita

“Kondisi seperti ini tentu cukup sulit jika dikejar dengan truk logistik atau mobil angkut yang membawa bantuan hingga 1 ton. Jadi ini untuk daerah-daerah ini akan kita optimalkan dengan dropping logistik via udara,” tutur Abdul Muhari.

Dengan demikian, hasil survei udara dapat membantu menentukan strategi distribusi logistik. BNPB dapat menyesuaikan metode pengiriman berdasarkan kondisi geografis setiap wilayah.

Dampak Tsunami Dinilai Minor

Selain kondisi akses, survei udara juga memberikan gambaran mengenai dampak tsunami setelah gempa M7,7. Abdul Muhari menyebut dampak tsunami secara umum tergolong minor.

“Sekali lagi dampak tsunami itu minor,” ujar Abdul Muhari.

Menurutnya, area terdampak secara hamparan terlihat pada dua titik. Lokasi tersebut berada di Riung serta kawasan perbatasan Riung dan Nagekeo.

Abdul menjelaskan wilayah hamparan tersebut bukan kawasan permukiman padat. Sebagian area juga dimanfaatkan masyarakat sebagai tambak.

Karena itu, dampak terhadap masyarakat tidak terlalu signifikan dibandingkan jika landaan tsunami mengenai kawasan permukiman. Namun, pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi wilayah terdampak.

BNPB Optimalkan Operasi Udara

BNPB selanjutnya akan menggunakan hasil pemetaan udara untuk mendukung penanganan bencana. Data visual dari lapangan dapat membantu menentukan titik distribusi bantuan dan jalur pengiriman yang lebih efektif.

Selain itu, operasi udara menjadi pilihan bagi wilayah yang tidak mudah dijangkau kendaraan. Bantuan dapat dikirim melalui metode dropping logistik sesuai kondisi medan dan kebutuhan masyarakat.

“Kami juga sempat membuat foto udara untuk daerah-daerah terdampak, kerusakan rumah dan seterusnya. Itu benar-benar kita akan optimalkan operasi udara untuk dropping logistik sebagaimana yang kita lakukan di tempat-tempat lain di mana akses darat cukup sulit untuk dilakukan,” tutup Abdul Muhari.

Survei tersebut menjadi bagian dari upaya BNPB memperkuat respons pascabencana di NTT. Dengan pemetaan yang lebih detail, distribusi bantuan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih tepat.

Pernyataan tersebut disampaikan Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari saat melakukan survei udara wilayah terdampak gempa M7,7 NTT pada Jumat (21/8/2026).

Sumber: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), berita “BNPB Lakukan Survei Udara Petakan Lanskap Wilayah Terdampak Gempa M7.7 NTT”, 26 Agustus 2026. BNPB.GO.ID

× Advertisement
× Advertisement