SEMARANG, GENUPDATE.ID – Wakil Ketua Komisi X DPR RI M.Y. Esti Wijayati meminta pemerintah memperhatikan kemampuan membaca peserta didik dalam menyediakan buku bacaan anak. Menurutnya, buku yang berkualitas harus memiliki isi yang sesuai dengan tahap perkembangan dan kemampuan pembacanya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan Kunjungan Spesifik Komisi X DPR RI dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sebagaimana diberitakan melalui kanal resmi DPR RI, Kamis (20/8/2026).
Baca juga: Anggota DPR RI Komisi X My Hesty
Pertemuan tersebut turut melibatkan Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Perpustakaan Daerah (Perpusda), Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), komunitas literasi, serta organisasi pustakawan di Jawa Tengah.
Buku Bacaan Harus Sesuai Kemampuan Anak
Esti mengatakan persoalan kemampuan membaca anak masih ditemukan disejumlah daerah. Karena itu, penyediaan bahan bacaan perlu disesuaikan dengan kemampuan aktual peserta didik.
Menurutnya, evaluasi terhadap buku bacaan juga perlu dilakukan secara berkala. Dengan demikian, buku yang tersedia tidak justru memiliki tingkat kesulitan yang berada di atas kemampuan membaca anak.
“Yang terpenting adalah isi dari buku tersebut sudah sesuai atau belum. Maka, ini yang harus dievaluasi dan disesuaikan,” ujar Esti.
Selain itu, Esti menilai kualitas buku tidak semestinya hanya dilihat dari aspek fisik. Kualitas kertas, ukuran huruf, dan tampilan buku memang penting. Namun, kesesuaian materi dengan kemampuan membaca anak harus menjadi pertimbangan utama.
Ia mencontohkan kondisi sejumlah anak yang telah menyelesaikan pendidikan sekolah dasar. Meski demikian, kemampuan membaca mereka masih belum lancar.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan untuk menyesuaikan bahan bacaan dengan kemampuan peserta didik. Oleh sebab itu, pemerintah dinilai perlu memastikan buku yang diberikan dapat membantu anak meningkatkan kemampuan membaca secara bertahap.
Selanjutnya, penyediaan buku yang sesuai diharapkan dapat memperkuat budaya literasi sejak usia dini. Selain membantu proses pembelajaran, bahan bacaan yang tepat juga dapat membuat anak lebih mudah memahami informasi.
Dengan pendekatan tersebut, pengembangan buku bacaan anak tidak hanya berorientasi pada jumlah dan bentuk fisiknya. Sebaliknya, isi buku perlu benar-benar mendukung kebutuhan belajar serta perkembangan kemampuan membaca peserta didik.
Sumber: DPR RI
