Genupdate.id – Pemerintah terus memperkuat penanganan warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan di berikan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang masih berada di pengungsian.
Pernyataan tersebut di sampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam keterangan tertulis Kementerian Sosial, Kamis (20/8/2026), sebagaimana diberitakan melalui kanal resmi Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Baca juga: https://genupdate.id/pemulihan-warga-terdampak-gempa-manggarai-barat/
Kemensos Salurkan Makanan dan Bantuan Pengungsian
“Kita terus bergerak untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi,” kata Gus Ipul. Menurutnya, bantuan terus di berikan, terutama bagi warga di pengungsian dan wilayah yang sulit di jangkau.
Sejak 17 hingga 19 Agustus 2026, Kemensos telah memproduksi dan mendistribusikan 15.438 porsi makanan melalui layanan dapur umum. Di Posko Barang Kolong, dapur umum melayani 3.048 porsi per hari untuk dua kali makan.
Sementara itu, dapur umum di Posko Golo Conggo menyediakan 2.098 porsi makanan setiap hari. Selain bantuan permakanan, Kemensos juga telah menyalurkan 1.000 paket sembako dan lima ton beras reguler.
Santunan ahli waris turut di berikan kepada dua keluarga korban meninggal dunia. Kemudian, dukungan tempat perlindungan juga disalurkan melalui pemasangan tenda gulung bagi warga terdampak di sepanjang jalur Ruteng-Reok.
Kemensos juga telah memasang 34 unit tenda di sejumlah lokasi. Tenda tersebut di tempatkan di RSUD Ruteng, Posko Barang Kolong, Posko Golo Conggo, Bulog Ruteng, sejumlah puskesmas, Panti Nirmala, serta Dinas Sosial PMD.
Selanjutnya, dapur umum tambahan akan di buka di Desa Ranaka, Kecamatan Wai Ri’i. Layanan tersebut di proyeksikan melayani sekitar 705 pengungsi.
Selain itu, pendataan akan terus di lakukan di wilayah yang belum terjangkau bantuan. Langkah tersebut di perlukan agar kebutuhan warga dapat di ketahui dan penanganan bisa di perluas.
Berdasarkan laporan hingga Rabu (19/8/2026), gempa berdampak terhadap 14.945 keluarga atau 56.057 jiwa. Sebanyak 26 orang meninggal dunia, 32 orang mengalami luka berat, sedangkan 104 orang mengalami luka ringan.
Kerusakan tercatat pada 13.036 rumah. Rinciannya, 5.265 rumah rusak berat, 3.774 rumah rusak sedang, dan 3.997 rumah rusak ringan.
Sementara itu, pengungsian masih berlangsung di sejumlah titik. Barang Kolong menampung 1.524 jiwa, Golo Conggo dan Golo Sita 1.049 jiwa, SD Inpres Robo 1.053 jiwa, serta Gereja Paroki Thomas Morus Desa Robek 1.672 jiwa.
Sebagian warga lainnya mengungsi secara mandiri di sekitar rumah masing-masing. Karena itu, Kemensos memastikan asesmen dan penjangkauan lanjutan tetap di lakukan untuk menjangkau warga terdampak yang belum memperoleh bantuan.
Sumber: https://kemensos.go.id
