SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasional
Beranda » BNPB Siapkan Bantuan hingga Rp30 Juta untuk Rumah Rusak akibat Gempa NTT

BNPB Siapkan Bantuan hingga Rp30 Juta untuk Rumah Rusak akibat Gempa NTT

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., (topi rompi tundra) menjenguk pasien Puskesmas Riung yang diungsikan di halaman gedung setelah terjadi gempa M 7,7 Flores di Kabupaten Ngada, NTT, Selasa (18/8). Foto: Dok.BNPB/(Bidang Komunikasi Kebencanaan/Danung Arifin)

GENUPDATE.ID, Ngada – Pemerintah menyiapkan bantuan bagi warga yang rumahnya rusak akibat gempa bumi Magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan akan diberikan berdasarkan tingkat kerusakan rumah.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan bantuan tersebut mencakup rumah rusak ringan dan sedang. Untuk kategori rusak ringan, warga akan mendapatkan dukungan sebesar Rp15 juta.

Sementara itu, rumah dengan kategori rusak sedang akan memperoleh bantuan sebesar Rp30 juta. Adapun rumah yang mengalami rusak berat akan mendapatkan solusi tempat tinggal sambil menunggu pembangunan hunian tetap.

Untuk warga dengan rumah rusak berat, BNPB menyiapkan dua pilihan. Pertama, warga dapat menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu untuk menyewa tempat tinggal.

Selain itu, warga dapat memilih hunian sementara (huntara) sebagai tempat tinggal selama proses pemulihan. Selanjutnya, hunian tetap akan disiapkan bagi masyarakat yang rumahnya tidak lagi dapat ditempati.

Manchester United Pesta Gol di Old Trafford, Sabah Tak Berkutik

Namun, bantuan tersebut belum langsung disalurkan kepada seluruh warga terdampak. Pendataan dan verifikasi kondisi rumah harus dilakukan terlebih dahulu.

Menurut Suharyanto, tahapan tersebut penting agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran. Dengan demikian, data kerusakan dapat disesuaikan dengan kondisi sebenarnya dilapangan.

Karena itu, BNPB meminta pemerintah daerah memperkuat koordinasi dalam proses pendataan. BPBD, organisasi perangkat daerah, dan unsur terkait juga di minta bekerja secara terpadu.

BNPB turut mendorong kabupaten dan kota terdampak segera membentuk satuan tugas percepatan penanganan darurat. Satgas tersebut diharapkan dapat mempercepat pendataan kerusakan serta pemenuhan kebutuhan warga.

Pernyataan tersebut disampaikan Suharyanto saat meninjau Puskesmas Riung, Kabupaten Ngada, NTT, Selasa (18/8/2026), sebagaimana diberitakan melalui kanal resmi BNPB. Dalam kunjungan itu, Kepala BNPB juga menyerahkan bantuan logistik kepada penyintas dan meninjau kondisi warga yang terdampak gempa.

Gubernur Andra Soni Datangi Posko SAR Carita, Beri Dukungan untuk Keluarga Jurnalis Hilang

Sumber: bnpb.go.id

× Advertisement
× Advertisement