TANGERANG SELATAN, GENUPDATE.ID – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membawa banyak manfaat bagi masyarakat. Namun, teknologi tersebut juga menghadirkan tantangan baru dalam penyebaran informasi palsu.
Kemampuan AI yang semakin maju membuat konten hoaks dapat dibuat dengan lebih meyakinkan. Teks, suara, hingga video kini bisa di manipulasi sehingga sulit di bedakan dari informasi asli.
Karena itu, masyarakat perlu memperkuat literasi digital. Kemampuan memeriksa sumber dan melakukan verifikasi menjadi langkah penting sebelum mempercayai atau membagikan sebuah informasi.
Baca: https://genupdate.id/persiapan-hut-ri-ke-81-sd-muhammadiyah-12-pamulang/
Diskominfo Tangsel Soroti Ancaman Hoaks Berbasis AI
Pernyataan tersebut di sampaikan dalam Halaqoh Transformasi Digital dan Masa Depan Nahdlatul Ulama (NU) yang di gelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang Selatan, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Sebagaimana di beritakan melalui kanal resmi Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, mengingatkan masyarakat agar semakin bijak menggunakan teknologi digital.
Menurut Asep, perkembangan AI memungkinkan seseorang membuat atau memalsukan berbagai jenis konten secara lebih mudah. Kondisi tersebut perlu di antisipasi karena informasi palsu dapat menyebar cepat melalui media sosial.
“Kemajuan teknologi seperti AI memungkinkan pemalsuan teks, suara, hingga video dengan mudah. Di harapkan masyarakat lebih bijak memilah informasi untuk menghindari dampak negatif berita bohong di media sosial,” ujar Asep.
Pernyataan itu menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi perlu di imbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memahami informasi.
Terlebih, media sosial membuat informasi dapat berpindah dari satu pengguna ke pengguna lain dalam waktu singkat. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak langsung mempercayai setiap konten yang muncul di linimasa.
Masyarakat Perlu Biasakan Verifikasi Informasi
Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat teknologi. Lebih dari itu, masyarakat perlu memahami cara menilai informasi yang diterima.
Sebelum membagikan sebuah berita, pengguna dapat memeriksa sumbernya terlebih dahulu. Selanjutnya, bandingkan informasi tersebut dengan sumber resmi atau media yang kredibel.
Langkah berikutnya adalah memperhatikan isi dan konteks informasi. Foto, video, suara, maupun pernyataan yang terlihat meyakinkan belum tentu menunjukkan fakta sebenarnya.
Dengan kebiasaan tersebut, masyarakat dapat mengurangi risiko ikut menyebarkan hoaks. Upaya ini juga penting untuk menciptakan ruang digital yang lebih sehat.
Tangsel Perkuat Akses Internet Gratis
Selain membahas literasi digital, Pemkot Tangerang Selatan juga terus memperkuat akses masyarakat terhadap layanan internet.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan di sebut telah menyediakan sekitar 5.000 titik internet gratis di berbagai fasilitas publik di wilayah Tangsel.
Fasilitas tersebut di harapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses internet secara lebih luas. Kehadiran jaringan internet juga menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi digital di tingkat masyarakat.
Akses serupa turut di pasang di lingkungan gedung NU. Fasilitas tersebut di harapkan dapat mendukung aktivitas anggota dan pengurus NU dalam memanfaatkan teknologi digital.
Transformasi Digital Harus Diikuti Sikap Bijak
Transformasi digital memberikan peluang besar bagi masyarakat. Namun, kemajuan teknologi juga perlu di sertai tanggung jawab dalam menggunakannya.
AI dapat membantu berbagai aktivitas. Di sisi lain, teknologi tersebut juga dapat di salahgunakan untuk membuat informasi palsu yang terlihat nyata.
Karena itu, kemampuan berpikir kritis menjadi semakin penting. Masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya.
Pada akhirnya, literasi digital bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat, organisasi, komunitas, lembaga pendidikan, dan berbagai pihak juga memiliki peran dalam membangun ekosistem digital yang sehat.
Halaqoh yang di gelar PCNU Kota Tangerang Selatan tersebut menjadi salah satu ruang untuk memperkuat kesadaran tersebut. Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat di harapkan dapat membantu menghadapi tantangan digital, termasuk ancaman hoaks berbasis AI.
