SERANG, GENUPDATE.ID – Gubernur Banten Andra Soni mengingatkan generasi muda agar tidak hanya mengejar kecerdasan akademik. Menurutnya, mahasiswa juga perlu memiliki kecerdasan finansial sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Pesan tersebut disampaikan Andra Soni saat menghadiri edukasi keuangan bertajuk Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT). Kegiatan itu berlangsung di Auditorium Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten, Kota Serang, Selasa, 8 September 2026.
Andra menilai perkembangan teknologi telah membuka banyak peluang bagi generasi muda. Namun, peluang tersebut juga membawa risiko baru. Karena itu, kemampuan mengelola keuangan menjadi bagian penting dari kecakapan hidup.
“Melalui kegiatan LIKE IT, kita bersama-sama berupaya membangun kecakapan hidup generasi muda. Kemampuan mengelola keuangan akan sangat menentukan kualitas kehidupan seseorang di masa depan,” ujar Andra.
Selain mampu mengelola penghasilan, generasi muda juga perlu memahami cara membangun usaha. Mereka juga harus mengenal investasi serta memahami berbagai risiko kejahatan keuangan.
Andra Soni: Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
Andra menekankan bahwa literasi keuangan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Salah satunya ialah kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan.
Menurut dia, pemahaman tersebut penting agar mahasiswa mampu mengatur pengeluaran secara bijak. Dengan begitu, penghasilan atau uang saku tidak habis untuk kebutuhan yang bersifat konsumtif.
Selain itu, mahasiswa perlu membedakan pengeluaran produktif dan konsumtif. Pengeluaran produktif dapat mendukung peningkatan kemampuan serta membuka peluang ekonomi pada masa depan.
“Kita juga harus mulai belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta antara pengeluaran produktif dan konsumtif. Mahasiswa juga harus mengenal investasi sejak dini,” tegas Andra.
Karena itu, edukasi finansial perlu menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda. Tidak hanya memahami teori, mahasiswa juga perlu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Terlebih lagi, perkembangan layanan keuangan digital membuat masyarakat semakin mudah melakukan transaksi. Namun, kemudahan tersebut harus diiringi kewaspadaan agar generasi muda tidak mudah menjadi korban penipuan atau kejahatan keuangan.
Investasi Diri Jadi Bekal Utama Generasi Muda
Dalam kesempatan tersebut, Andra juga mengingatkan mahasiswa agar tidak salah memahami arti investasi. Menurutnya, investasi tidak selalu berkaitan dengan instrumen keuangan.
Bagi generasi muda, investasi paling penting justru dapat dimulai dari peningkatan kualitas diri. Pendidikan, kompetensi, keterampilan, kesehatan, dan jejaring menjadi bagian penting dari investasi tersebut.
“Namun, investasi terpenting saat ini adalah investasi pada diri sendiri yang meliputi pendidikan, kompetensi, keterampilan, kesehatan, dan jejaring,” kata Andra.
Pandangan itu menjadi relevan karena dunia kerja terus mengalami perubahan. Teknologi juga membuat kebutuhan terhadap keterampilan baru semakin meningkat. Oleh sebab itu, mahasiswa perlu mempersiapkan diri sejak berada di bangku kuliah.
Dengan kemampuan akademik yang kuat dan kecerdasan finansial yang baik, generasi muda diharapkan mampu mengambil keputusan secara lebih matang. Mereka pun dapat mengelola pendapatan, merintis usaha, dan memilih investasi dengan mempertimbangkan risiko.
Acara LIKE IT tersebut turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan di bidang ekonomi dan keuangan. Mereka antara lain Anggota Komisi XI DPR RI Annisa D. Mahesa, Anggota Dewan Komisioner OJK Dicky Kartikoyono, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Sofwan Kurnia, serta Kepala OJK Provinsi Banten Adi Dharma.
Kehadiran berbagai pihak tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam memperkuat literasi keuangan. Terlebih, generasi muda menjadi kelompok yang sangat dekat dengan perkembangan ekonomi digital.
Pada akhirnya, literasi keuangan bukan hanya soal bagaimana seseorang memperoleh uang. Lebih dari itu, literasi keuangan berkaitan dengan kemampuan mengelola, merencanakan, melindungi, dan mengembangkan sumber daya yang dimiliki.
Karena itu, pesan Andra Soni menjadi pengingat bagi mahasiswa agar mulai membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini. Dengan demikian, kecerdasan akademik dapat berjalan beriringan dengan kecerdasan finansial untuk membentuk generasi muda Banten yang lebih mandiri dan siap menghadapi masa depan.
