GENUPDATE.ID, Jakarta – Merdeka Run 2026 menghadirkan pengalaman berbeda bagi para pelari. Selain mengejar catatan waktu, peserta juga mendapat dukungan luar biasa sepanjang lintasan.
Hal itu dirasakan langsung oleh pelari putri Indonesia, Odekta Naibaho. Ia berhasil menyelesaikan lomba kategori open putri dengan waktu sekitar 26 menit.
Catatan tersebut bahkan melampaui target yang sebelumnya ia tentukan. Odekta mampu menjaga kecepatan hingga mencapai garis finis di kawasan Istana Merdeka, Jakarta.
Merdeka Run 2026 berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Ribuan peserta ikut memeriahkan ajang lari yang mengambil rute di kawasan pusat Jakarta.
Odekta mengaku sangat terkesan dengan kondisi lintasan. Menurutnya, jalan yang steril membuat pelari bisa lebih fokus menjaga ritme.
Selain itu, dukungan penonton dari sisi kanan dan kiri jalan turut memberikan energi tambahan. Sorakan tersebut membuat suasana lomba terasa semakin hidup.
“Wah, keren banget. Saya sampai bilang, jalanannya steril,” ujar Odekta setelah mencapai garis finis.
Ia juga menilai atmosfer Merdeka Run 2026 sesuai dengan harapan para pelari. Sebab, suasana seperti itu mampu meningkatkan motivasi selama perlombaan.
Menurut Odekta, dukungan penonton membuat dirinya seperti mendapat tenaga tambahan. Bahkan, ia mampu berlari lebih cepat dari perkiraan awal.
“Gerakan dari kanan-kiri itu bikin kita tanpa sadar dapat energi sekali,” katanya.
Kemudian, Odekta mengungkapkan rasa senangnya setelah menyelesaikan lomba. Ia mengaku menikmati setiap momen selama berada di lintasan.
Catatan waktunya juga menjadi kejutan tersendiri. Odekta mencatat waktu sekitar 26 menit dengan pace rata-rata sekitar 3 menit 20 detik per kilometer.
Odekta Naibaho Terpukau Atmosfer Merdeka Run 2026
Kecepatan tersebut membuatnya merasa berlari terlalu kencang. Namun, hasil tersebut justru menunjukkan performanya berada di atas target.
“Melebihi dari target saya. Kekencangan. Tadi 26 menit sekian,” tutur Odekta.
Selain catatan waktu, ada momen lain yang membuat Odekta terkesan. Ia melihat peserta lain masih memenuhi lintasan ketika dirinya sudah mencapai finis.
Suasana tersebut semakin meriah karena peserta terus berdatangan dari arah garis start. Penonton juga tetap memenuhi sejumlah titik sepanjang rute.
Odekta bahkan mendengar banyak orang memanggil namanya. Dukungan tersebut membuat suasana Merdeka Run 2026 terasa semakin spesial.
“Saya lihat tadi saya sudah finish, orang-orang baru start. Saking ramainya, full sepanjang jalan,” ungkapnya.
Ia mengaku merinding ketika mendengar gemuruh dukungan tersebut. Karena itu, Odekta membalasnya dengan mengangkat salah satu tangannya sambil terus berlari.
“Saya merinding. Saya sambil angkat tangan satu, lari. Keren banget,” ujarnya.
Bagi Odekta, Merdeka Run 2026 bukan hanya tentang mengejar waktu terbaik. Atmosfer perlombaan juga menjadi bagian penting dari pengalaman seorang pelari.
Terlebih lagi, dukungan masyarakat membuat peserta merasa lebih bersemangat. Kondisi itu juga dapat memberikan motivasi bagi pelari untuk menyelesaikan seluruh rute.
Karena itu, Odekta mengapresiasi penyelenggaraan Merdeka Run 2026. Ia berharap semangat peserta tetap terjaga sampai pelari terakhir melewati garis finis.
Ajang tersebut sekaligus menunjukkan bahwa olahraga dapat menghadirkan suasana kebersamaan. Dengan dukungan penonton dan antusiasme peserta, lomba lari menjadi semakin menarik.
Pada akhirnya, Odekta tidak hanya membawa pulang catatan waktu sekitar 26 menit. Ia juga mendapatkan pengalaman berkesan dari atmosfer Merdeka Run 2026 di Jakarta.
Perpaduan lintasan yang steril, dukungan penonton, dan semangat peserta menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu, performa Odekta menunjukkan bahwa dukungan dari masyarakat dapat memberi dorongan besar bagi seorang atlet. Kemenpora
