SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasional Olahraga
Beranda » Kemenpora Perkuat Olahraga Disabilitas, Penggerak Baru Disiapkan di Tangerang

Kemenpora Perkuat Olahraga Disabilitas, Penggerak Baru Disiapkan di Tangerang

Kemenpora memperkuat kompetensi pelatih dan penggerak olahraga disabilitas melalui Training of Trainers di Kota Tangerang. Foto: Dok. Kemenpora.RI

GENUPDATE.ID, TANGERANG – Selasa, 11 Agustus 2026, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus mendorong pemerataan akses olahraga bagi penyandang di sabilitas. Salah satu langkahnya di lakukan melalui penguatan kompetensi pelatih dan penggerak olahraga disabilitas.

Upaya tersebut di wujudkan melalui Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas yang berlangsung di Kota Tangerang, Banten, pada 7–8 Agustus 2026.

Pernyataan tersebut di sampaikan dalam kegiatan Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas, sebagaimana di beritakan melalui kanal resmi Kemenpora pada Senin, 10 Agustus 2026. https://www.kemenpora.go.id/detail/6932/perluas-akses-olahraga-inklusif-kemenpora-cetak-penggerak

Kemenpora Dorong Pelatih Lebih Kompeten

Plh. Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Budi Ariyanto Muslim, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pelatih olahraga disabilitas.

Menurutnya, program pemberdayaan pelatih tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan melatih. Selain itu, program tersebut diarahkan untuk memperluas partisipasi olahraga di komunitas penyandang disabilitas.

Manchester United Pesta Gol di Old Trafford, Sabah Tak Berkutik

Karena itu, Kemenpora berharap para peserta ToT mampu menjadi penggerak olahraga di daerah masing-masing. Selanjutnya, mereka di harapkan dapat memperluas pembinaan olahraga disabilitas secara berkelanjutan.

Budi juga mengapresiasi dukungan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Provinsi Banten dan NPCI Kota Tangerang dalam kegiatan tersebut.

Melalui program itu, penggerak olahraga disabilitas di harapkan dapat berperan sebagai penghubung antara komunitas, pelatih, dan calon atlet. Dengan demikian, pembinaan olahraga dapat berkembang lebih luas di tingkat daerah.

Baca: https://genupdate.id/ranking-fifa-terbaru-2026-spanyol-argentina-prancis/

Pendekatan Latihan Disesuaikan dengan Kondisi Atlet

Pelatih Nasional NPCI, M. Bram Riyadi, menekankan pentingnya pendekatan berbeda dalam mendampingi atlet disabilitas.

Gubernur Andra Soni Datangi Posko SAR Carita, Beri Dukungan untuk Keluarga Jurnalis Hilang

Setiap atlet memiliki klasifikasi dan kebutuhan latihan yang tidak selalu sama. Oleh sebab itu, pelatih perlu memahami kemampuan sekaligus hambatan yang di miliki setiap atlet.

Materi ToT kemudian di berikan melalui teori dan praktik. Dengan cara tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mendapatkan bekal untuk melakukan pendampingan secara tepat.

Bagi peserta dari kalangan guru sekolah khusus, pelatihan itu juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kemampuan dalam mengenali potensi peserta didik.

Citra, salah satu peserta, menyebut pengetahuan yang di peroleh dapat membantu memahami kemampuan, potensi, serta hambatan yang di miliki murid. Selain itu, pengetahuan tersebut dapat di gunakan untuk menyesuaikan alat pendukung latihan.

Pada akhirnya, pendekatan yang tepat di harapkan mampu meningkatkan kemampuan sekaligus kepercayaan diri atlet disabilitas.

Hari Ketiga Pencarian Jurnalis Hilang, Gubernur Banten Pantau Operasi SAR di Carita

Akses Olahraga Disabilitas Masih Menjadi Tantangan

Kemenpora mencatat jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai sekitar 22,9 juta orang, berdasarkan data BPS 2024 yang di kutip dalam laporan tersebut.

Namun, akses terhadap layanan olahraga, fasilitas, serta tenaga pelatih masih menjadi tantangan. Kondisi tersebut turut memengaruhi tingkat partisipasi penyandang disabilitas dalam kegiatan olahraga.

Kemenpora menyebut sekitar 11,6 persen dari total 22,9 juta penyandang disabilitas tercatat aktif berolahraga. Sementara itu, saat ini terdapat sekitar 92 pelatih olahraga disabilitas dengan latar belakang pelatih NPCI.

Karena itu, penguatan kapasitas pelatih dan penggerak menjadi bagian penting dalam memperluas kesempatan berolahraga. Langkah tersebut sekaligus dapat membuka lebih banyak ruang bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai latar belakang. Mereka mencakup atlet, pelatih, dan penggerak olahraga disabilitas.

Selain itu, kegiatan menghadirkan narasumber dari NPCI Pusat dan Universitas Negeri Surakarta. Kolaborasi tersebut di harapkan memperkuat pemahaman peserta mengenai pembinaan olahraga yang lebih inklusif.

Dengan demikian, program ToT bukan sekadar pelatihan. Lebih jauh, kegiatan ini di arahkan untuk membangun jaringan penggerak olahraga disabilitas yang mampu bergerak di berbagai daerah.

Ke depan, keberadaan penggerak yang kompeten di harapkan dapat memperluas partisipasi olahraga masyarakat penyandang disabilitas. Pada saat yang sama, pembinaan yang lebih terarah juga dapat mendukung lahirnya atlet berprestasi dari berbagai daerah.

Sumber: https://www.kemenpora.go.id/

× Advertisement
× Advertisement