GENUPDATE.ID, TANGERANG SELATAN – Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB) KOPEL Nasional Jilid 3 Tahun 2026 berlangsung meriah di SD Muhammadiyah 12 Setiabudi Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (11/10/2026). Ajang ini mempertemukan puluhan pasukan pelajar dari berbagai sekolah untuk menunjukkan kedisiplinan, kreativitas, kekompakan, dan semangat nasionalisme.
Forum Komunikasi Pelatih (KOPEL) menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan melibatkan 58 pasukan peserta. Jumlah itu terdiri dari 15 pasukan tingkat SD, 30 pasukan tingkat SMP, dan 13 pasukan tingkat SMA.
Setiap pasukan beranggotakan 18 orang. Dengan demikian, total peserta mencapai 1.044 orang, termasuk peserta dan ofisial yang terlibat dalam kegiatan. Selain itu, sekitar 1.500 penonton turut memadati lokasi acara. Secara keseluruhan, kegiatan ini melibatkan sekitar 2.544 orang.
Acara dimulai pukul 07.00 WIB melalui opening ceremony. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya anggota DPR RI Yulius Setiarto, S.H., M.H.; Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Tangerang Selatan H. Ika, S.E., M.M.; serta Kepala SD Muhammadiyah 12 Setiabudi Pamulang Nur Asiyah, S.Ag., M.Pd.
Hadir pula Ketua Forum Baris Banten Mardiamin Nugroho, S.I.Kom.; Ketua PPI Kota Tangerang Selatan Warta Wijaya; Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Humas Didin Zahrudin, S.Th.I., M.Pd.; penasihat Forum KOPEL Madini Abdul Rahman, M.Kom.; serta Ketua Forum KOPEL Cecep Sunarya.



LKBB KOPEL Nasional Jadi Wadah Pembentukan Karakter Pelajar
Kepala SD Muhammadiyah 12 Setiabudi Pamulang, Nur Asiyah, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta. Ia berharap kompetisi tersebut dapat menjadi sarana pembinaan karakter generasi muda.
Menurutnya, baris-berbaris tidak sekadar mengajarkan ketepatan gerakan. Lebih dari itu, kegiatan ini melatih kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama tim, serta ketangguhan mental.
“Kami berharap kegiatan positif seperti ini terus berkembang dan menjadi sarana pembinaan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, dan jiwa nasionalisme yang baik,” ujar Nur Asiyah dalam sambutannya.
Selanjutnya, H. Ika, S.E., M.M., yang hadir mewakili Wali Kota Tangerang Selatan, mengajak peserta menjadikan perlombaan sebagai pengalaman berharga untuk masa depan.
Ia menilai, para pelajar dapat belajar menghadapi tantangan melalui proses latihan dan kompetisi. Karena itu, ia berharap kegiatan LKBB KOPEL Nasional terus berlangsung dan memberikan manfaat bagi peserta, termasuk melalui pengakuan atau sertifikasi atas keikutsertaan mereka.
Sementara itu, anggota DPR RI Komisi III Yulius Setiarto, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga memberikan semangat kepada para pelajar agar terus berkembang melalui berbagai pengalaman positif.
Yulius berharap LKBB KOPEL Nasional mampu mendorong generasi muda untuk terus belajar, terutama dalam membangun kedisiplinan dan kerja sama.
“Selamat kepada panitia atas terselenggaranya LKBB KOPEL Nasional 2026 serta selamat kepada seluruh peserta yang mengikuti event ini. Kami berharap event seperti ini mendorong semangat kepada seluruh pemuda dan pelajar untuk terus berkembang dan belajar, terutama tentang kedisiplinan dan kerja sama,” ungkap Yulius.
Setelah menyampaikan sambutan, Yulius membuka kegiatan secara simbolis melalui pemotongan pita. Prosesi tersebut menandai dimulainya LKBB KOPEL Nasional Jilid 3 Tahun 2026.

Diikuti Peserta dari Berbagai Daerah, Persaudaraan Jadi Nilai Utama
Ketua Pelaksana LKBB KOPEL Nasional 2026, Hendi Kurnia, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menyediakan ruang bagi generasi muda Indonesia untuk mengembangkan bakat dan kreativitas.
Selain itu, panitia ingin memperkuat kedisiplinan, kepemimpinan, sportivitas, serta persaudaraan antarpelajar melalui kegiatan baris-berbaris.
“Bagi kami, kemenangan adalah sebuah kebanggaan, tetapi proses, perjuangan, dan persaudaraan adalah prestasi yang sesungguhnya,” kata Hendi.
Ia menegaskan bahwa kegiatan Paskibra bukan hanya tentang gerakan yang seragam dan formasi yang rapi. Sebaliknya, proses latihan juga membentuk mental, tanggung jawab, dan karakter peserta sebagai generasi penerus bangsa.
Salah satu peserta yang menarik perhatian berasal dari SDN 08 Kasipute, Sulawesi Tenggara. Sekolah tersebut tercatat sebagai peserta dengan jarak perjalanan terjauh dalam ajang LKBB KOPEL Nasional 2026.
Perwakilan SDN 08 Kasipute mengungkapkan bahwa pengalaman paling berkesan muncul selama proses latihan bersama tim. Mereka menghadapi berbagai tantangan, mulai dari latihan yang melelahkan hingga upaya membangun kekompakan.
Namun, seluruh proses tersebut memberikan pelajaran tentang kebersamaan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat pantang menyerah.
Mereka juga menargetkan penampilan terbaik untuk membawa pulang gelar juara. Meski demikian, pengalaman tampil di tingkat nasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh anggota pasukan.
“Menang adalah target, tetapi memberikan yang terbaik adalah kewajiban,” ungkap perwakilan peserta SDN 08 Kasipute.
Dalam kompetisi ini, dewan juri berasal dari sejumlah unsur dan bidang penilaian. Tim juri Peraturan Baris-Berbaris (PBB) terdiri dari Yoga, Agustri, Suliyo, dan Herudin dari unsur TNI. Sementara itu, Nurrijal dan Ibnu bertugas menilai variasi serta formasi. Adapun Yudi menangani penilaian tata rias dan kostum.
Melalui penyelenggaraan LKBB KOPEL Nasional Jilid 3 Tahun 2026, panitia berharap semakin banyak pelajar memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, memperluas pertemanan, dan meningkatkan kepercayaan diri.
Pada akhirnya, kompetisi ini tidak hanya menjadi arena untuk meraih prestasi. Lebih dari itu, LKBB KOPEL Nasional menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk membangun karakter, menjunjung sportivitas, dan memperkuat semangat kebangsaan.
