SERANG, GENUPDATE.ID – Pemerintah Provinsi Banten kembali memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh).
Kebijakan tersebut berlaku hingga Jumat, 11 September 2026. Keputusan ini diambil karena kondisi udara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau belum sepenuhnya aman untuk kegiatan belajar tatap muka.
Gubernur Banten Andra Soni mengambil keputusan tersebut setelah memimpin rapat koordinasi dan pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Sebelumnya, Pemprov Banten menerapkan PJJ selama tiga hari. Kebijakan awal berlaku pada 7 hingga 9 September 2026. Namun, perkembangan aktivitas vulkanik membuat pemerintah kembali memperpanjang masa belajar dari rumah.
Kondisi Udara Jadi Pertimbangan Utama
Andra Soni mengatakan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau memang menunjukkan penurunan. Namun, kondisi tersebut belum membuat pemerintah mengabaikan faktor keselamatan siswa.
Karena itu, Pemprov Banten memilih memperpanjang PJJ. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya mengurangi risiko paparan abu vulkanik terhadap peserta didik dan warga sekolah.
Menurut Andra, pemerintah terus mengikuti rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Masyarakat juga masih mendapat larangan untuk mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer.
Selain itu, warga diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Imbauan tersebut penting, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik.
“Erupsi hari ini memang sudah menurun. Namun, berdasarkan rekomendasi PVMBG, masyarakat dilarang mendekati lokasi dalam radius 3 kilometer dan diwajibkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” kata Andra Soni.
Sementara itu, Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Pasauran M. Nugraha Kartadinata menjelaskan bahwa aktivitas erupsi masih berlangsung.
Menurut Nugraha, erupsi yang terjadi memiliki tipe strombolian. Aktivitas tersebut masih berpotensi melontarkan material vulkanik.
Karena itu, masyarakat harus tetap menjauh dari kawasan bahaya. Wisatawan dan nelayan juga diminta memperhatikan perkembangan informasi dari lembaga resmi.
Pemprov Banten sebelumnya juga telah menyiapkan ribuan dus masker untuk membantu masyarakat menghadapi dampak abu vulkanik. Pemerintah juga memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan di sejumlah wilayah.
Abu Hitam Bergeser ke Arah Samudra
Andra Soni menegaskan bahwa pemerintah masih melakukan pemantauan secara berkala. Selain itu, koordinasi antarlembaga terus dilakukan untuk membaca perkembangan aktivitas gunung.
“Sampai saat ini, gunung masih mengeluarkan abu hitam yang pergerakannya bergeser ke arah samudra. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,” ujar Andra.
Dalam rapat tersebut, sejumlah pejabat ikut melakukan pemantauan. Mereka berasal dari unsur kebencanaan, kesehatan, lingkungan hidup, kelautan, komunikasi, transportasi, dan pendidikan.
Pemantauan tersebut menjadi penting karena arah sebaran abu dapat berubah mengikuti kondisi angin. Oleh sebab itu, pemerintah terus memperbarui informasi berdasarkan hasil pemantauan lapangan.
PVMBG sebelumnya juga menjelaskan bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau masih membutuhkan pemantauan selama 24 jam. Meskipun aktivitas menunjukkan penurunan, potensi erupsi tetap ada.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah mengutamakan keselamatan masyarakat. Termasuk keselamatan siswa, guru, tenaga kependidikan, serta keluarga peserta didik.
Karena itu, PJJ menjadi pilihan sementara sampai kondisi dinilai lebih aman. Sekolah tetap diminta memastikan proses pembelajaran berjalan aktif dan terarah melalui sistem pembelajaran daring.
Orang tua juga diharapkan mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah. Selain itu, keluarga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara masih terdampak abu vulkanik.
Pemprov Banten mengingatkan masyarakat agar tidak panik. Namun, kewaspadaan tetap harus dijaga.
Masyarakat juga diminta memperoleh informasi mengenai perkembangan Gunung Anak Krakatau dari sumber resmi. Dengan demikian, warga tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Perpanjangan PJJ hingga 11 September 2026 menjadi bentuk kehati-hatian pemerintah. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga kegiatan pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan faktor kesehatan dan keselamatan.
Pemerintah Provinsi Banten bersama PVMBG dan instansi terkait akan terus memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau. Selanjutnya, kebijakan pendidikan akan menyesuaikan kondisi aktivitas vulkanik dan kualitas udara di wilayah terdampak.
