GENUPDATE.ID — Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian pada Rabu pagi, 9 September 2026. Berdasarkan laporan resmi MAGMA Indonesia, gunung api tersebut masih berada pada Level III atau Siaga.
Laporan tersebut mencatat aktivitas Gunung Anak Krakatau pada periode 00.00 hingga 06.00 WIB. Dalam periode itu, petugas mencatat satu kali gempa letusan atau erupsi.
Karena itu, masyarakat perlu tetap memperhatikan perkembangan aktivitas gunung. Selain itu, wisatawan juga harus mematuhi rekomendasi keselamatan yang berlaku.
Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Level III Siaga
MAGMA Indonesia mencatat Gunung Anak Krakatau berada di wilayah Lampung Selatan, Lampung. Gunung tersebut memiliki posisi geografis pada 6,102 derajat Lintang Selatan dan 105,423 derajat Bujur Timur.
Sementara itu, ketinggian Gunung Anak Krakatau tercatat sekitar 157 meter di atas permukaan laut.
Pada pengamatan pagi, kondisi gunung tertutup kabut dengan tingkat 0 hingga III. Petugas juga tidak mengamati asap kawah.
Kemudian, cuaca di sekitar gunung terpantau berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat laut.
Suhu udara berada di kisaran 26 hingga 26,3 derajat Celsius. Adapun kelembapan tercatat sekitar 82 hingga 84 persen.
Namun, kondisi visual tersebut tidak berarti aktivitas vulkanik berhenti. Sebab, alat pemantauan masih mencatat sejumlah aktivitas kegempaan.
MAGMA Indonesia mencatat satu kali gempa letusan atau erupsi. Gempa tersebut memiliki amplitudo maksimum 51 milimeter.
Durasi gempa erupsi tercatat selama 28 detik. Catatan ini menunjukkan aktivitas vulkanik masih berlangsung.
Selain gempa erupsi, petugas juga mencatat satu kali gempa Low Frequency. Gempa tersebut memiliki amplitudo 16 milimeter dengan durasi enam detik.
Selanjutnya, satu kali gempa Hybrid atau Fase Banyak turut tercatat. Amplitudonya mencapai 26 milimeter.
Petugas juga mencatat satu kali tremor menerus. Amplitudo tremor berada pada kisaran 2 hingga 7 milimeter. Namun, amplitudo dominannya berada pada angka 3 milimeter.
Warga dan Wisatawan Diminta Tidak Mendekati Kawah
Dengan kondisi tersebut, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.
MAGMA Indonesia memberikan rekomendasi khusus bagi masyarakat dan wisatawan. Mereka diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau.
Selain itu, aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif juga harus dihindari.
Rekomendasi tersebut berlaku bagi masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki. Karena itu, pengelola kegiatan wisata di sekitar kawasan juga perlu memperhatikan informasi resmi.
Di sisi lain, masyarakat sebaiknya tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Pembaruan aktivitas gunung api dapat berubah sesuai hasil pemantauan petugas.
Karena itu, informasi dari MAGMA Indonesia dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) perlu menjadi rujukan utama.
Pada pagi 9 September 2026, kondisi visual Anak Krakatau memang tertutup kabut. Namun, catatan kegempaan menunjukkan gunung masih aktif.
Dengan demikian, kewaspadaan tetap diperlukan. Masyarakat juga disarankan mengikuti arahan petugas apabila terjadi perubahan kondisi.
GENUPDATE.ID akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pembaca juga perlu mengecek informasi terbaru sebelum melakukan aktivitas di kawasan sekitar Selat Sunda.
Sumber: MAGMA Indonesia, laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau periode 00.00–06.00 WIB, Rabu 9 September 2026.
