SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banten Nasional Peristiwa
Beranda » Anak Krakatau Masih Level Siaga, 12 Gempa Tercatat dan Radius 3 Kilometer Harus Dikosongkan

Anak Krakatau Masih Level Siaga, 12 Gempa Tercatat dan Radius 3 Kilometer Harus Dikosongkan

Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih Level III Siaga pada 12 September 2026. Sumebr Gambar: MAGMA ESDM

GENUPDATE.ID – Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga pada Sabtu, 12 September 2026. Kondisi tersebut tercatat dalam laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia untuk periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.

Dalam laporan tersebut, petugas mencatat sejumlah aktivitas kegempaan di Gunung Anak Krakatau. Total terdapat 12 kejadian gempa dengan karakteristik berbeda selama periode pengamatan.

Karena itu, masyarakat dan wisatawan diminta tetap mengikuti rekomendasi keselamatan. Selain itu, aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif masih harus dihindari.

Kondisi Visual Anak Krakatau pada Sabtu Pagi

Berdasarkan pengamatan visual, tubuh Gunung Anak Krakatau tertutup kabut dengan tingkat 0 hingga III. Sementara itu, asap kawah tidak teramati selama periode pengamatan.

Cuaca di sekitar gunung api terpantau berawan hingga mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang dan bergerak ke arah barat laut.

Truk Pengangkut Pasir Terguling di Exit Tol Rawa Buntu, Lalu Lintas Pagi Tersendat

Suhu udara berada pada kisaran 26,5 hingga 27,1 derajat Celsius. Adapun tingkat kelembapan tercatat cukup tinggi, yakni sekitar 84 hingga 86 persen.

Dengan kondisi tersebut, pengamatan visual terhadap aktivitas permukaan gunung api dapat terbatas. Namun, petugas tetap melakukan pemantauan melalui data kegempaan.

Dua Belas Gempa Tercatat dalam Enam Jam

Data kegempaan menunjukkan adanya 3 kali gempa Low Frequency. Gempa tersebut memiliki amplitudo 6 hingga 36 milimeter. Durasi masing-masing gempa berkisar antara 6 sampai 12 detik.

Selanjutnya, petugas mencatat 7 kali gempa Hybrid atau Fase Banyak. Gempa ini memiliki amplitudo 5 hingga 12 milimeter. Sementara itu, waktu S-P tidak teramati dan durasi gempa berkisar 7 hingga 19 detik.

Selain itu, terdapat 1 kali gempa Tektonik Jauh. Gempa tersebut memiliki amplitudo 67 milimeter dengan durasi mencapai 301 detik. Data S-P pada kejadian tersebut juga tidak teramati.

1.428 Pemilih Ikut Pesta Demokrasi OSIS SMPN 16 Tangsel, Tiga Paslon Bersaing

Kemudian, laporan mencatat 1 kali gempa Tremor Menerus. Amplitudonya berada pada kisaran 0,5 hingga 5 milimeter. Tremor tersebut didominasi amplitudo sekitar 1 milimeter.

Dengan demikian, total aktivitas kegempaan yang tercatat mencapai 12 kejadian. Data tersebut menjadi bagian penting dalam pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Warga Diminta Tidak Mendekati Kawah Aktif

MAGMA Indonesia tetap memberikan rekomendasi keselamatan bagi masyarakat. Pengunjung, wisatawan, pendaki, serta masyarakat lainnya diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau.

Selain itu, masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Pembatasan tersebut bertujuan mengurangi risiko jika terjadi perubahan aktivitas gunung api.

Karena status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga, kewaspadaan perlu tetap dijaga. Masyarakat juga perlu mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan MAGMA Indonesia.

Yusril Buka Suara! Kasus Penyadapan Presiden Prabowo Belum Mengarah ke Makar

Gunung Anak Krakatau sendiri berada di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Gunung api tersebut memiliki posisi geografis sekitar 6,102 derajat Lintang Selatan dan 105,423 derajat Bujur Timur. Ketinggiannya tercatat sekitar 157 meter di atas permukaan laut.

Untuk itu, masyarakat tidak perlu panik. Namun, kewaspadaan tetap menjadi langkah utama. Terlebih, kondisi gunung api dapat berubah sehingga informasi terbaru dari pihak berwenang perlu menjadi rujukan.

Sumber: MAGMA ESDM

× Advertisement
× Advertisement